Rabu, 18 September 2013

Tempel di dinding


Ide ini ini muncul akibat dari terbatasnya halaman rumah yang ada. Jumlah tanaman semakin bertambah, sedangkan sisa lahan yang tersedia tidak banyak.
Pada awalnya menggunakan paralon sisa dari talang air yang dibuat di belakang rumah
Idenya ingin ada sistem dimana air bisa mengalir dan menimbulkan bunyi gemericik untuk menambah adem suasana halaman.

Ini ada adalah penampakan ide awal, terlalu miring pada paralonnya, kecuali pada paralon yang paling bawah dan talang airnya. Untuk bak penampungan air juga masih menggunakan sisa ember yang tersedia.
Ini penampakan setelah dikoreksi kemiringan paralon.
Untuk pembolongan paralonnya bisa dilihat sebagai berikut :

Ini masih menggunakan cutter, cara manual. Sekarang sudah menggunakan bor. Untuk mata bor paralon bisa disesuaikan dengan rencana pot yang akan digunakan di paralon.
Untuk pot tanam, semuanya menggunakan sisa botol plastik.
mengenai media taman, digunakan busa filter air aquarium dan untuk penyampaian serapan air, digunakan kain flanel.






 Untuk pompa airnya, digunakan pompa air untuk aquarium dengan kapasitas minimal sama dengan tinggi maksimal sistem hidroponik : 2 meter


Untuk bak penampungan air, sudah dirubah dengan bak segi empat yang biasa digunakan untuk penyimpanan arsip.
Mengenai tanaman, berikut contoh tanaman yang saya gunakan








Untuk nutrisi, saya masih bisa belum membuat sendiri, jadi masih beli campuran A + B mix.
Mudah-mudahan kedepan bisa dikombinasikan dengan kolam ikan, dimana untuk nutrisi sayurannya kelak menggunakan sisa kotoran ikan.


1 komentar: